Berserah, Bukan Menyerah

Bukankah telah banyak kemustahilan yang sudah dilewati? Sama seperti hari ini, kemarin pun rasanya tidak akan tertolong.

Terasa begitu tabu untuk bisa teratasi. Seolah waktu tak lagi cukup untuk mengejar dan tak ada lagi cara yang bisa ditempuh.

Namun lihatlah, apakah saat ini dirimu masih terbujur kaku dibelakang sana? Apakah dirimu masih dipeluk erat problematika yg sama? tidak, bukan?

Dan itu bukan hanya sekali. Sudah berkali-kali dirimu selamat dari jatuh yang sedikit lagi.

Waktu tidak akan berhenti dan membuatmu terpenjara dalam musibah itu selamanya.

Kita akan melewati semuanya, se-mu-a-nya, dengan Izin-Nya.

Ketika kau merasa tak lagi bisa mengusahakan apa-apa, sama seperti kemarin, bentanglah sajadah, merendahlah dihadapan-Nya, merengeklah seperti anak kecil.

Perihal terjawab atau tidak, urusan nanti.

Namun sangat tidak mungkin Allah tak memberimu jalan keluar.

Sebab Ialah satu-satunya zat yang mengatakan bahwa Ia malu ketika tak mengabulkan doa hamba-hamba-Nya.

Pilihan ada dikedua tanganmu. Bangkit dan mengusahakannya, atau membiarkan dirimu pelan-pelan mati oleh keputusasaan.

Komentar

Postingan Populer