Bait-Bait Ramadan #Day1
Untukku, Sebelum Untukmu.
Hei kamu, yang kemarin memohon dengan sangat agar dipertemukan kembali dengan Ramadan. Bagaimana perjumpaan hari pertama ini? bagaimana kabar ibadah yang kemarin kau janjikan? adakah semangat dan niat itu terjaga? adakah ia terlaksana?
Terkesan masih terlalu dini untuk dipertanyakan, tapi bukankah lebih baik waspada setiap hari daripada lambat laun kita lupa diri?
Perjalanan memang masih panjang, masih ada dua puluh delapan hari lagi. Tapi, belajar dari pengalaman kemarin, kadang syaitan membuatnya terasa secepat kedipan mata. Saat kau mulai terlena, memilih menunda memaksimalkan ibadah nanti pada hari selanjutnya saja, tak terasa tiba-tiba kau disadarkan oleh gema takbir menyambut hari raya.
Kau seolah terhipnotis, melewatkan hari demi hari di bulan ramadan, malam demi malam untuk bermunajat itu kau abaikan. Kau terus merasa aman, kau terus merasa punya waktu panjang. Tanpa sadar, diri justru telah dipeluk erat kelalaian, tersibukkan dengan hal-hal dunia, merenggut sebagian besar waktu yg pada awalnya didedikasikan untuk meraih ridha dan pahala di bulan mulia.
Kawan, jangan sampai lagi-lagi kita menyesal. Jangan sampai lagi-lagi di penghujung waktu kita berlinang air mata kekecewaan.
Semoga Allah senantiasa menjaga dan meridhai segala niat baik kita. Semoga ramadan kita kali ini bertabur keberkahan, bukan kesia-siaan.
Komentar
Posting Komentar