Bait-Bait Ramadan #Day2

 Untukku, sebelum untukmu.

    Hai! gimana hari kedua ini? semoga berjalan dengan baik, ya. Sejenak kita ingat dulu saudara-saudara muslim kita di gaza, yuk!

    Hari ini, ketika kita masih bisa membeli jamuan berbuka, masih bisa mempersiapkan diri untuk membasuh dahaga di ujung rona senja, di sana mereka justru sedang bertaruh nyawa, berdesak-desakkan membela Al-Aqsha, berhadapan dengan bom, api, dan senjata. Merekalah orang-orang terpilih yang bahkan di bulan ramadan Allah beri kesempatan untuk berjihad di jalan-Nya.

    Apa kabar kita? yang masih sering mengeluhkan satu jenis makanan yg tidak tersaji di atas meja, menggerutu sebab tak selera, berlebih-lebihan mengisi perut untuk memuaskan nafsu semata.  

    Tadarus dan tarawih kita tinggalkan dengan seribu alasan. Selemah inikah kita? jika sekadar melawan perut yang begahpun kita tidak mampu, lantas apa yang kita usahakan di bulan ramadan ini? masih pantaskah kita mengharapkan balasan syurga? sementara perjuangan kita di sini tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka di sana. Padahal mereka harus bersantap sahur ditengah reruntuhan, tapi rasa syukur yang dilangitkan jauh di atas kita.

    Jalan kita menuju masjid begitu terang, aman dan tidak ada satupun ujung senjata yang mengintai  dari balik semak-semak. Tidak ada satupun roket yang lalu lalang di atas kepala kita. Tubuh kita sehat lengkap, kita bahkan tidak pincang. Tapi alasan yang kita berikan seolah kita tak mampu lagi berdiri dan berjalan. Keluh kesah kita jauh lebih berisik dibandingkan mereka yang tak tahu apakah hari ini masih sempat berbuka di dunia atau tidak.

    Coba bandingkan, coba renungkan. Jika dengan segala kenikmatam dan ketenangan yang Allah anugerahkan ini lantas tak membuat kita tergugah untuk memaksimalkan ibadah, harus dengan cara apa lagi? 

    Mari periksa hati kita, barangkali ada yang salah dengannya. Mari sama-sama bertanya, jika yang terjajah adalah tanah palestina, lantas mengapa di sini iman kita yang mati dan terpenjara?

Komentar

Postingan Populer