Bait-Bait Ramadan #Day7
Lagi-lagi, aku hampir menyerah #Chapter1
Sudah hari ke-8, sudah masuk malam ke-9. Kemarin sekitar dua atau tiga hari sebelum ramadan dimulai, aku membuat sebuah keputusan. Tiba-tiba aku ingin menantang diriku, kemampuan menulis dan berpikirku selama 29 hari di bulan ramadan. Meskipun aku belum tahu alur tulisanku nanti akan mengarah kemana, tapi pada intinya aku menegaskan pada diriku sendiri bahwa aku harus menulis, aku harus menghasilkan satu tulisan dalam sehari yang kemudian akan di unggah ke blog pribadiku ini.
Awalnya aku berpikir mungkin saja tulisan-tulisanku nanti akan berisi tentang serba serbi keistimewaan bulan ramadan, tapi ternyata jadi sedikit melebar lebih kepada "apa-apa saja yang terjadi, apa-apa saja pelajaran yang aku dapatkan di bulan ramadan ini".
Aku kira ini tidak akan sesulit itu, tapi ternyata pada malam ke-8 kemarin, aku bahkan sudah kehabisan ide untuk menulis. Aku mulai merasa jenuh dan tertuntut. Tapi di sisi lain, ada bagian dari diriku yang begitu berambisi. Dan ya, aku melewatkan hari ke-7 ramadan tanpa menulis sepatah katapun.
Bahkan sempat terlintas pikiran "ah, nda apa-apa. kan ini cuma project pribadi, biar nda full 29 hari 29 tulisan nda apa-apa, biar jo". tapi ternyata bagian dari diriku yang begitu berambisi tadi merasa tercederai oleh pemikiran tersebut.
Lantas untuk menebus kealpaanku pada hari ke-7 kemarin, maka di hari ini, di hari ke-8 jelas mau tidak mau aku harus mengunggah 2 tulisan. Alih-alih menulis tentang sajak yang berima rapi, ternyata dudukku di depan layar laptop justru membuatku menulis tentang ini. Tentang bagaimana akhirnya aku memilih untuk pelan-pelan memulai lagi, melawan dan mematahkan spekulasi yang hampir saja membuatku berhenti di tengah jalan.
Komentar
Posting Komentar