Bait-Bait Ramadan #Day8
Lagi-lagi, aku hampir menyerah #Chapter2
Kejenuhanku di malam ke-8 itu sempat membuatku kalut, mengingat ramadan masih ada 23 hari lagi. Itu artinya aku masih harus membuat 23 tulisan lagi. Separuh hari ke-8 atau lebih tepatnya hari ini kemudian aku jadikan sebagai waktu berpikir. Menelisik lagi nasihat dan saran yang masuk semalam. Mengingat-ingat lagi alasan awalku ingin menulis, motivasi dari orang-orang panutan yang akhirnya menghidupkan minat literasi dalam diri.
Aku berkata pada diriku bahwa aku tidak ingin ini berakhir sia-sia. Aku masih cukup percaya diri, aku masih cukup yakin bahwa aku bisa menuntaskan ini sampai akhir.
"Jangan terlalu banyak berpikir, khawatir ini itu, nulis aja dulu, walaupun itu adalah hal-hal sederhana"
"kalau aku berhenti, maka nanti aku harus mulai dari awal lagi"
"kadang kita hanya kurang belajar, kurang membaca, kurang referensi = kurang inspirasi"
"Aku boleh saja lelah, dan aku boleh berhenti sejenak mengambil napas, mengistirahatkan kepala, menenangkan perasaan yang terlalu menggebu-gebu. Tapi aku tidak boleh berhenti di sini."
Mantra-mantra dari diri sendiri yang sudah bercampur dengan kata-kata dan nasihat orang lain kemudian aku bisikkan perlahan pada diriku. Sembari berharap agar Allah turut meridhoi, memudahkanku berpikir, dan membukakan seluas-luasnya kesempatan dan jalanku untuk berkembang.
Kalau kamu sedang atau nanti ada di posisi yang sama denganku ini, walau bukan tentang kejenuhan menulis, aku harap kamu tidak berhenti. Semoga sepenggal pengalaman ini bisa menjadi mantra yang berpengaruh untuk kamu juga. Sebagaimana aku yang pernah merasa diselamatkan lewat tulisan orang lain, maka barangkali dari sekian banyak tulisanku nanti, ada satu yang bisa kau temui manfaatnya.
Komentar
Posting Komentar